Batik Fractal

Motif Batik Fractal
Motif Batik Fractal

Batik Fractal adalah batik yang didesain dengan rumus fractal menggunakan software jBatik. Fractal adalah cabang ilmu matematika yang meneliti tentang perulangan atau iterasi dan kesamaan diri atau self similarity. Kombinasi dari seni budaya tradisional dengan ilmu matematika menghasilkan suatu konsep baru yaitu batik fractal, penciptaan desain batik menggunakan fractal. Konsep batik fractal ini akan menghasilkan desain pola baru yang sangat beragam. Keragaman desain ini dapat dilihat dari grafis, warna, ukuran, sudut dan perulangannya. Pengaplikasian dalam kain tetap menggunakan cara tradisional yaitu dengan canting dan cap. Penggunaan malam serta proses pewarnaan membuat kualitas batik fractal tak kalah dengan batik tradisional

jBatik adalah software yang dibuat khusus untuk mendesain motif-motif Batik Fractal. Software ini dibuat dengan bahasa pemrograman Java yang bekerja dengan sistem generatif. Inputnya adalah rumus fractal dimana software ini akan men-generate menjadi gambar. Setidaknya ada tiga tipe pola komputasional yang dapat menjadi bentuk generatif motif batik fractal.

1. Fractal Sebagai Batik
Hasil simulasi komputer dalam bentuk fractal yang memiliki kemiripan dengan desain batik tradisional. Beberapa jenis fractal yang dikustomisasi dapat didesain sebagai inspirasi atas konstruksi desain batik.

2. Hibrida Fractal Batik
Pola motif dalam fractal dan motif batik digunakan sebagai bahan dekorasi untuk desain batik secara bersamaan. Modus dari desain ini adalah menggabungkan pola yang dilahirkan secara komputasional dan apa yang dilahirkan melalui tradisi budaya batik yang dikenal luas.

3. Batik Inovasi Fractal
Pola motif batik tradisional didesain ulang dengan menggunakan teknologi komputasional fractal. Dua motif batik diproses ulang sehingga menghasilkan motif yang benar-benar baru dengan memperhatikan pola dan prinsip proses membatik.

Batik Fractal ini diawali dengan riset saintifik yang dilakukan oleh Nancy Margried, Yun Hariadi, dan Muhamad Lukman, mengenai motif-motif batik tradisional dan hubungannya dengan ilmu matematika fractal. Sepanjang 2007 riset ini mengumpulkan lebih dari 300 motif batik tradisional dari seluruh Indonesia dan meneliti unsur-unsur matematika fractal di dalamnya. Dari penelitian tersebut dapat dilihat bahwa batik memiliki unsur matematika dan dapat dimodelkan dengan fractal. Pemodelan rumus matematika fractal yang membuat varian batik baru tersebut kemudian dinamai Batik Fractal. Penelitian ini pertama kali ditampilkan di 10th Generative Art International Conference di Milan, Italia pada akhir 2007.

Desain batik fractal pada umumnya berasal dari motif-motif tradisional  yang kemudian diolah dengan software jBatik. Perbedaan Batik Fractal dengan batik tradisional adalah, bila dilihat secara visual, perbedaannya ada pada motif yang terlihat lebih kontemporer. Pada prosesnya, kelebihan Batik Fractal adalah dapat didesain dengan efisien dan jauh lebih variatif, karena dengan software jBatik satu motif utama dapat di-generate menjadi ribuan varian desain yang tidak terbatas.

Software JBatik
Software JBatik
Motif batik fraktal biasanya diambil atau terinspirasi dari Varian motif tradisional seperti parang,kawung, buketan, lunglungan, sawat garuda, merak ngibing dan sebagainya sudah dikembangkan dalam Batik Fractal.

Batik Fractal memasukkan inovasi teknologi dalam industri kerajinan tradisional terutama batik. Dengan penggunaan software jBatik dalam mendesain motif batik, pengrajin tradisional kini dapat berkreasi menggunakan teknologi menciptakan varian motif batik secara cepat dan terdokumentasi.

Target pasar yang disasar dari batik fractal ini adalah pria dan wanita bekerja, dengan usia antara 25-45 tahun, yang tinggal di perkotaan untuk kelas menengah ke atas.

Software jBatik bisa di download di www.jbatik.com
Batik Fractal Batik Fractal Reviewed by Bumi Sasongko on 22.12.00 Rating: 5
Posting Komentar
Diberdayakan oleh Blogger.